Tampilkan postingan dengan label IT news. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IT news. Tampilkan semua postingan

Senin, 31 Oktober 2011

APA KOMPUTASI AWAN?

Komputasi awan (bahasa Inggris: cloud computing) adalah gabungan pemanfaatan teknologi komputer ('komputasi') dan pengembangan berbasis Internet ('awan'). Awan (cloud) adalah metefora dari internet, sebagaimana awan yang sering digambarkan di diagram jaringan komputer. Sebagaimana awan dalam diagram jaringan komputer tersebut, awan (cloud) dalam Cloud Computing juga merupakan abstraksi dari infrastruktur kompleks yang disembunyikannya.[1] Ia adalah suatu metoda komputasi di mana kapabilitas terkait teknologi informasi disajikan sebagai suatu layanan (as a service), [2] sehingga pengguna dapat mengaksesnya lewat Internet ("di dalam awan") [3] tanpa mengetahui apa yang ada didalamnya, ahli dengannya, atau memiliki kendali terhadap infrastruktur teknologi yang membantunya.[4] Menurut sebuah makalah tahun 2008 yang dipublikasi IEEE Internet Computing "Cloud Computing adalah suatu paradigma di mana informasi secara permanen tersimpan di server di internet dan tersimpan secara sementara di komputer pengguna (client) termasuk di dalamnya adalah desktop, komputer tablet, notebook, komputer tembok, handheld, sensor-sensor, monitor dan lain-lain."[5]
Komputasi awan adalah suatu konsep umum yang mencakup SaaS, Web 2.0, dan tren teknologi terbaru lain yang dikenal luas, dengan tema umum berupa ketergantungan terhadap Internet untuk memberikan kebutuhan komputasi pengguna. Sebagai contoh, Google Apps menyediakan aplikasi bisnis umum secara daring yang diakses melalui suatu penjelajah web dengan perangkat lunak dan data yang tersimpan di server. Komputasi awan saat ini merupakan trend teknologi terbaru, dan contoh bentuk pengembangan dari teknologi Cloud Computing ini adalah iCloud
Read more »

Hard Disk Eksternal dengan Balutan Kayu

Bagi Anda yang saat ini berencana membeli hard disk eksternal untuk keperluan penyimpanan data secara mobile, barangkali bisa melirik produk yang dikembangkan oleh empat mahasiswa yang tergabung dalam Nuansa Indonesia. Perangkat tersebut diberi nama Hade, yang merupakan hard disk eksternal yang dibungkus kayu dan bermotifkan angklung, edisi yang sangat terbatas.
Hal itu diungkapkan Adjie Wicaksana dari Nuansa Indonesia, Hade sebetulnya merupakan hard disk eksternal merek Samsung dengan kapasitas 320 GB yang dikemas lagi dengan kayu berwarna cerah kemudian ditambah dengan ukiran angklung pada permukaan besinya. Produk eksklusif ini dibanderol dengan harga Rp 1 juta.

"Segmen kami memang untuk kalangan menengah ke atas yang ingin mendapatkan barang yang juga dikemas secara premium," kata Adjie.
Dia mengungkapkan, produk yang dikerjakan di kota Cimahi itu belum dijual secara bebas karena Nuansa Indonesia belum menyempurnakan pembungkusan produknya. Yang ada, sejak diproduksi bulan Agustus lalu sudah terjual 5-7 unit dari orang yang melihatnya sewaktu pameran. Menurut rencana, penjualan baru dilakukan pada November mendatang.

Pemilihan motif angklung dilakukan karena Nuansa Indonesia memilih tema Jawa Barat sebagai dasar desain produknya. Nama Hade dalam Bahasa Sunda bisa diartikan sebagai "hebat" atau "bagus" dan bila dilafalkan seperti "HD" dalam bahasa Indonesia.

Selain HD eksternal, Nuansa Indonesia juga menyiapkan dua produk premium lainnya untuk dilempar ke pasar high-end yakni Bendrongan dan Ngemut, dua buah perangkat elektronik yang juga dinamai dalam Bahasa Sunda.

Bendrongan adalah pengeras suara portabel yang juga dibalut kayu dengan docking untuk iPod, colokan USB, maupun kartu memori. Yang menarik, produk yang semula ditawarkan dengan harga Rp 1,5 juta ini memiliki motif Mega Mendung pada salah satu bagiannya.

Sementara itu, Ngemut yang bisa diartikan mengingat, adalah jam weker yang memiliki fitur tambahan berupa proyektor yang akan memantulkan angka waktu ke langit-langit bila ditekan. Produk ini ditawarkan dengan harga Rp 1,2 juta. Berminat?
BY: KOMPAS.COM
Read more »

PERTUMBUHAN PENGGUNA INTERNET DI INDONESIA MEINGKAT 13JUTA

Hasil riset memperlihatkan bahwa pertumbuhan penggunaan Internet di Indonesia terus meningkat. Jika di tahun 2010 lalu rata-rata penetrasi penggunaan Internet di kota urban Indonesia masih 30-35 persen, di tahun 2011 ini ditemukan oleh MarkPlus Insight bahwa angkanya sudah di kisaran 40-45 persen.
Hasil riset, yang dirilis oleh Majalah Marketeers ini, dilakukan oleh MarkPlus Insight terhadap 2161 pengguna Internet di Indonesia memberikan gambaran jelas mengenai tren penggunaan Internet di Indonesia. Menurut MarkPlus Insight, jumlah pengguna Internet di Indonesia pada tahun 2011 ini sudah mencapai 55 juta orang, meningkat dari tahun sebelumnya di angka 42 juta.
Studi terhadap urban netizen di Indonesia ini dilakukan pada bulan Agustus – September 2011 di 11 kota besar antara lain Jakarta, Bodetabek, Surabaya, Bandung, Semarang, Medan, Makassar, Denpasar, Pekanbaru, Palembang, dan Banjarmasin.
Mereka yang diriset adalah pengguna Internet, usia 15-64 dari SES ABC dan menggunakan Internet lebih dari 3 jam sehari. Satu yang diangkat menjadi payung utama dalam riset tahun ini adalah mengenai nilai-nilai, perilaku dan gaya hidup para pengguna Internet di Indonesia.
Angka pertumbuhan pengguna Internet di Indonesia masih didominasi oleh anak muda dari kelompok umur 15-30 tahun. Di masing-masing kota yang disurvei oleh MarkPlus Insight, sekitar 50 persen hingga 80 persen dari pengguna Internet merupakan kaum muda.
Dari riset ini terkuak pula pertumbuhan jual/beli online sebesar 100 persen pada tahun 2011 dibanding tahun 2010. Seperempat pengguna Internet memiliki alat untuk melakukan e-payment. Di antara alat yang tersedia, SMS dan Internet banking menjadi yang paling populer. Internet banking didominasi oleh dua bank yaitu Bank Mandiri yang kuat di luar Jawa dan Bank BCA di pulau Jawa.
Tren meningkatnya penggunaan  Internet Banking  di Indonesia dapat pula dilihat dari  trafik pengunjung ke KlikBCA.com dan bankmandiri.co.id yang kini berada di peringkat 15 dan 28 website terpopuler di Indonesia menurut Alexa.com.
Riset Netizen 2011  oleh MarkPlus Insight ini juga  memberikan indikasi  bahwa  rata-rata pengguna Internet di Indonesia mengakses melalui smartphone dan notebook.
Dari sini juga terkuak bahwa mayoritas pengguna Internet aktif di Indonesia mengganti ponsel mereka dalam satu tahun belakangan, dengan alasan yang sifatnya emosional antara lain karena ingin mengikuti model terbaru, mengikuti tren sosial, atau bahkan sekedar menambah koleksi.
Penetrasi mobile Internet di Indonesia saat ini sebesar 57 persen. Dari segi jumlah populasi, data dari MarkPlus Insight mengatakan bahwa saat ini ada 29 juta mobile Internet user di Indonesia. Dengan maraknya gadget baru yang berkembang dan ditunjang pula oleh semakin terjangkaunya harga paket mobile Internet yang ditawarkan oleh operator seluler, angka ini meningkat sebesar hampir 100 persen dari tahun sebelumnya yaitu 16 juta orang.
Angka populasi pengguna mobile Internet di Indonesia menurut  riset  MarkPlus Insight  ini tidak menghitung berapa besaran  jumlah gadget yang aktif terhubung dengan Internet. Di riset ini juga terkuak bahwa rata-rata netizen di Indonesia punya gadget lebih dari satu yang terkonek dengan Internet.
Read more »

Ensiklopedia Video Internet Gratis

Media video dalam format internet pasti Anda kenal lewat YouTube. Tapi di mata Budi Putra dan kawan-kawan, video dalam konteks film bisa dikemas dengan konsep semacam Wiki. Maka muncullah sebuah situs yang menjadi gudang berbagai macam film baik format pendek (short movie) maupun film panjang. "termasuk karya-karya indie movie," ujar mantan editor chief Yahoo! Asia Tenggara itu.
Lewat perjumpaan di London, kami mendapat penjelasan apa dan bagaimana situs yang ia kelola sekarang ini. Bernama www.viki.com, di dalamnya sudah ribuan film tersimpan. Bahkan banyak sekali film-film Indonesia yang sebelumnya pernah Anda simak di layar lebar. Konsep viki.com memang menarik. Pengguna internet diajak untuk tidak hanya menonton film secara gratis, namun juga memberi apresiasi lewat komentar, atau juga men-share lewat situs jejaring sosial.

Film-film Korea termasuk sinetron seperti Boys Over Flowers, Coffee Prince, atau Bad Boy pun silakan bebas tonton. "Jadi penonton di mana pun bisa menyimak film maupun sinetron dari mana saja," ujar pria yang kini memelihara rambut gondrongnya itu.
Selain film Korea, film dari India juga termasuk salah satu yang paling kerap ditonton. Bahkan belakangan Viki mulai dilirik berbagai perusahaan film asal Hollywood. Salah satu keunggulan yang format video Viki adalah kompresi file yang sangat signifikan. "Dengan begitu proses buffering dapat dikurangi, bahkan sama sekali tanpa buffer," ujar Budi.

Tak heran jika Viki lalu menjadi salah satu pilihan bagi insan perfilman untuk menaruh karya filmnya. Salah satu sineas muda Indonesia, kata Budi, adalah Joko Anwar. Model bisnis yang ditawarkan pun memberi benefit kepada pembuat film. "Semua tertulis secara jelas dengan kontrak yang tidak main-main," jelasnya.
Viki sendiri memperoleh pendapatan berasal dari iklan. Lewat media ini,Viki hidup. Sementara itu, untuk memperkaya konten, Viki menambahkan penerjemahan ke dalam berbagai bahasa. Para penerjemahnya partisipatif. Tak heran jika sebuah film bisa memberi opsi beberapa bahasa, termasuk Indonesia. Kini Viki - menurut Forbes- telah ditonton  rata-rata sebanyak 80 juta view per bulan. Sekaligus menjadi salah satu web community yang terbaik.

"Sebagai start-up konsep web yang kita tawarkan harus jelas dan fokus," terang Budi. Untuk mengembangkan bisnisnya, Viki tempo hari memperoleh dana segar sebesar 4,3 juta dolar.
Sekarang kalau Anda tak sempat nonton drama Korea berjudul Playfull Kiss, segera buka komputer dan panteng saja Viki.
Sumber :
FORSEL
Read more »